GEEKYNERDYSTEVEJOB!

Image

Label geeky bukan label halal atau haram di papan restoran.

Di sebuah kafe hip di bilangan Senopati Jakarta, berpuluh orang berkumpul namun tidak ada suara riuh rendah obrolan. Yang ada malah suara tang ting tung dan tak tik tuk, ibarat sebuah perpaduan melodi baru. Semua merasa diuntungkan, tidak ada yang protes. Syarat: sambungan wifi aktif dan konsumsi kafein tiada henti.  Suasana pun kembali menjadi senyap. Seketika!

Kalau menurut Anda lebih baik menjadi nerds atau lebih bahagia menjadi geeks melihat infografik diatas. Anda berarti sudah tidak lagi diskriminatif dengan kedua tipe ini. Anda boleh jadi seorang yang ber IQ rendah ataupun IQ tinggi, tidak menjadi soal. Yang terpenting kedua-duanya duduk manis dengan perangkat Steve Jobs.

Di satu sudut seorang lelaki duduk dengan laptop, tab, si berry, dan si iphone. Posisi laptop terbuka, tapi tangan bukan untuk mengetik laptop malah membalas bb. Seorang wanita di seberangnya juga sama “sibuk” nya dengan si pria empat perangkat gadget, namun lebih terlihat tenang karena tengah masyuk dengan obrolan maya sembari tersenyum-senyum sendiri. Si lelaki boleh dibilang nerdy, si wanita geeky. atau vice versa?

Sebenarnya karakter geek dan nerd punya kesamaan di era informasi ini. Sama-sama kesepian di tengah hiruk pikuk alert gadgetnya. Kalau dulu punya handphone sampai 3 karena kebutuhan hemat pulsa, sekarang punya empat perangkat beda OS adalah sebuah simbol gaya hidup baru tidak peduli pulsa, namun sangat peduli dengan konektivitas internet di sekelilingnya.

Dan herannya saya jadi menulis blog ini ketimbang mengerjakan deadline. Jadi saya geek atau nerd?