Komunitas Buku @SocMedFest 2013!

Apa jadinya lebih dari 100 komunitas berkumpul di satu tempat dan waktu yang sama?

Jadinya……. Social Media Festival!Image

Gak kurang dari 106 komunitas memperlihatkan kegiatan mereka, bertemu dengan para anggotanya dan melakukan kolaborasi dengan komunitas lainnya. 

Tahun 2013 bukan pertama kali Social Media Festival (SocMedFest) diadakan. Di tahun 2011, meski baru 30 komunitas yang berpartisipasi, Social Media Festival sudah mencuri perhatian penggiat dunia maya Indonesia. 

Di Festival inilah, komunitas-komunitas yang aktif secara online, mereka yang mempunyai website, yang aktif berkomunikasi melalui twitter, yang berbagi melalui blog, berinteraksi lewat facebook, atau LinkedIn, pinterest,  dan platform media sosial lainnya, berkumpul.

Image

Tidak hanya mereka yang mempunyai minat yang sama tapi juga kolaborasi dengan komunitas lain, sesuai dengan tema SocMedFest tahun ini, Dare to Share. 

Sangat jelas terlihat variasi perbedaan komunitas di SocMedFest tahun ini, mulai dari pemerhati hukum dari komunitas Hukumonline.com sampai penggemar Justin Bieber di Komunitas Indonesian Belieber. Mulai dari penggiat museum di Museum Project sampai mereka yang mengajak orang-orang untuk berkebun di Komunitas Indonesia Berkebun. 

Image

Beberapa komunitas mempunyai minat yang sama walau bentuk berbeda. Mereka adalah Komunitas Goodreads Indonesia dan Komunitas Forum Lingkar Pena Indonesia. 

Image

Komunitas Goodreads Indonesia dibentuk tanggal 7 Juni 2007 oleh Femmy Syahrani dan ditujukan untuk para pembaca buku berbahasa Indonesia yang ingin mendiskusikan buku-buku tersebut dan juga upaya untuk mengumpulkan buku-buku berbahasa Indonesia.

Komunitas ini punya ribuan anggota yang (hebatnya) tidak hanya di Jakarta, tapi juga di beberapa kota di Indonesia, seperti Jogjakarta, Bandung, Solo, Medan, Makassar, dan lainnya sampai Mataram. 

Image

Namanya sih boleh aja Goodreads, tapi kegiatannya tidak hanya membaca dan membahas buku-buku yang mereka baca. Pemilik akun twitter @bacaituseru ini juga menjadi wadah interaksi untuk saling tukar buku, menyumbangkan buku sampai mempromosikan event-event yang berhubungan dengan dunia literasi Indonesia. Mereka juga menginisisasi acara tahunan Festival Pembaca Indonesia atau Indonesian Readers Festival. 

Satu lagi komunitas dengan minat yang tidak jauh dari dunia literasi adalah Forum Lingkar Pena (FLP) yang didirikan pada 22 Februari 1997 oleh Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia dan Maimon Herawati.

Image

Awalnya, FLP hanya merupakan forum kepenulisan yang berlokasi di Jakarta. Mulai tahun 1998, dirintis FLP cabang pertama, yakni Bontang, Kaltim oleh Muthi Masfuah. Pada 1999, menyusul berdiri FLP Aceh, FLP Yogyakarta, FLP Semarang, FLP Solo dan sebagainya. Hingga kini, FLP telah memiliki wilayah dan cabang, serta wilayah khusus di beberapa negara seperti Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, Mesir, Arab Saudi, Malaysia, Australia dll., total 100 buah. Jumlah anggota FLP mencapai 10.000 penulis.

Image

Forum Lingkar Pena ini sudah menghasilkan banyak sekali penulis dengan karya yang disukai pembaca dan menjadi wadah bagi penulis-penulis muda untuk menunjukkan dirinya berkarya. Tak tanggung-tanggung, seorang sastrawan kebanggaan Indonesia,  Taufik Ismail menyebut Forum Lingkar Pena sebagai anugerah Tuhan bagi Indonesia. 

Dua komunitas yang menarik perhatian di ajang tahunan yang menjadi magnet bagi penggiat dunia sosial media di Indonesia. 

(sumber: socmedfest.org; bacaituseru.blogspot.com; forumlingkarpena.net; @bacaituseru; @flpjakarta)