RaBuku – Rekomendasi Buku : Pulang

Pulang… bisa menjadi hal yang sangat mahal dan jauh.

Image

Judulnya mudah, Pulang. Hal yang biasa kita lakukan. Setiap hari orang pulang dari tempat aktivitas ke rumah masing-masing, setiap minggu atau bulan atau bahkan tahun, para perantau pulang ke kampung halaman. Pulang selalu istimewa karena menimbulkan rasa yang besar. Rasa rindu bertemu keluarga, kerabat, saudara, teman, sahabat seakan semakin membuncah ketika kita akan pulang. Tapi, pulang bisa menjadi hal yang sangat mahal, sulit, rumit, dan justru paling jauh untuk dilakukan. 

Inilah yang dirasakan oleh seorang Dimas Suryo. Sungguh hanya pulang yang ingin dilakukannya ketika dirinya berada di Santiago sedangkan telah terjadi revolusi G 30S di Jakarta. Lalu, paspor dirinya dan teman-temannya dicabut. Tak ada yang bisa dilakukannya selain berkelana dari Santiago ke Havana, ke Peking dan akhirnya mendarat di tanah Eropa untuk mendapatkan suaka dan menetap di sana. 

Berakhir di Paris dan jatuh cinta dengan Vivienne Deveraux, seorang mahasiswi Sorbonne yang ikut berdemonstrasi melawan pemerintah Perancis, lalu menikah dan mempunyai anak. 

Merasa tak banyak yang bisa dilakukan, DImas, Nug, Tjai, dan Risjaf (sesama eksil Tapol) mengelola Restoran Tanah Air di Paris untuk bertahan hidup di Paris sembari tak bisa menghilangkan perasaan khawatir, cemas, dan terus memantau apa yang terjadi di Jakarta. 

Cerita tidak berhenti disitu. Dua kali terjadi revolusi yang menelan korban bangsa ini. Reformasi 1998.

Image

Lintang Utara, anak dari Dimas dan Vivienne yang harus membuat film dokumenter tentang negara tanah air ayahnya yang sama sekali belum diinjaknya, untuk tugas akhir dari Sorbonne. 

Novel ini menggunakan alur maju-mundur, juga Point of View yang beragam. Pulang menggambarkan sejarah Indonesia yang tidak sama dengan buku sejarah yang kita pelajari di bangku sekolah. Sang penulis menggabarkan sisi humanis dari kedua tragedi sejarah negara ini. Apa yang terjadi pada mereka sang korban, keluarga, tetangga, teman kantor, teman jauh dari G30S. 

Membuka pikiran dan mencampur aduk perasaan, inilah yang dilakukan oleh buku ini kepada pembacanya.