Wow! Indonesia Menjadi Tamu Kehormatan (Guest of Honour) di Frankfurt Book Fair 2015!

Indonesia: Largest Archipelago of the world will be Guest of Honour of the Frankfurt Book Fair 2015
Biggest democracy in South East Asia / Oral tradition, digital innovation

“Frankfurt, 15.07.2013: In 2015 the Frankfurt Book Fair will present “the vibrant literature, talents and the rich culture of one of the most populous and ‘young’ countries in the world, of which only little is known in Germany”, says Director of Frankfurt Book Fair, Juergen Boos. Indonesia will follow Brazil (after Finland in 2014) as Guest of Honour of the Frankfurt Book Fair in 2015. The respective agreement was signed in early June between the Book Fair and the partner, the Ministry for Education and Culture of the Republic of Indonesia. With this, the Book Fair will present yet another growing country with huge potential and an expanding education sector as a focus. Since 2003 the Indonesian government has spent 20% of its national budget on education, also investing in digital textbooks. In 2011 this amounted to a sum of 21.5 billion Euros. The Indonesian economy presented a growth rate of 6.5% in 2012.”

Begitulah satu paragraph dari tulisan press release Guest of Honour Frankfurt Book Fair 2015. Wow! Indonesia? Ya. Indonesia.
Image
Frankfurt Book Fair (FBF)
Sedikit cerita tentang Frankfurt Book Fair atau Frankfurter Buchmesse dalam bahasa Jerman, ini adalah salah satu Book Fair terbesar di dunia, dilihat dari jumlah perusahaan penerbitan yang berpartisipasi dan pengunjung yang datang. Bahkan, banyak yang mengklaim FBF menjadi Book Fair terpenting untuk melakukan transaksi internasional. Book Fair yang sudah ada sejak 500 tahun lalu ini diadakan setiap tahun di pertengahan Oktober selama lima hari di Frankfurt Trade Fair di Frankfurt, Jerman. Selama lima hari itu, lebih dari 7000 peserta eksibisi dari lebih dari 100 negara ikut berpartisipasi dan menarik hampir 300.000 peserta!
Image
Guest of Honour
Sejak tahun 1976, FBF mengangkat Guest of Honour (Tamu Kehormatan) atau  sering disebut juga Country of Honour yang industri bukunya akan menjadi fokus utama selama Book Fair diselenggarakan. Banyak program yang disiapkan yang berfokus pada GoH ini, seperti pembacaan buku, eksibisi seni, diskusi umum, teater, dan program radio dan TV, bahkan satu hall tersendiri disiapkan untuk para penerbit dari negara tersebut untuk bisa memamerkan bukunya di FBF.
Image
Ada dua penulis Indonesia lintas generasi yang di-highlight dalam press release FBF yaitu Pramudya Ananta Toer yang pernah mendapat penghargaan PEN Freedom Award dan telah menerbitkan lebih dari 30 karya yang diterjemahkan ke dalam sedikitnya 20 bahasa. Pramoedyapun berada di urutan atas untuk menerima penghargaan Nobel kategori Literature. Sedangkan penulis dari generasi lainnya, yaitu Ayu Utami yang menerbitkan novel Saman di penerbitan Horleman Verlag di tahun 2007. Ada lebih dari 1000 perusahaan penerbit yang aktif di Indonesia dengan lebih dari 260 buku yang diterjemahkan ke bahasa Inggris.

Keuntungan Menjadi GoH
GoH memberi manfaat banyak pada beberapa sektor bisnis, terutama dunia perbukuan dan pariwisata. Ini karena sejak awal, di Jerman saja, akan ada 81 juta warga yang “ingin tahu” lebih banyak tentang literatur, penulis, dan budaya mereka dalam artian yang lebih luas, belum lagi warga luar Jerman yang mengunjungi pameran ini.
Hal ini tentu membuka pasar yang luas bagi identitas literasi mereka, juga penjualan hak cipta, tak hanya di Jerman, tapi juga di seluruh negara Eropa dan negara-negara lainnya.  Selain itu, menjadi GoH ternyata meningkatkan 10% turnover bisnis untuk jangka pendek, dan kemungkinan yang lebih besar untuk jangka panjang.

Indonesia sebagai GoH Frankfurt Book Fair 2015
Wacana tentang Indonesia sebagai GoH FBF sudah mengemuka sejak beberapa tahun lalu, dan terealisasi melalui penandatangan MoU antara Pemerintah Indonesia dan pihak manajemen Frankfurt  Book Fair pada tahun 2013 ini. Pihak FBF mengeluarkan press release terkait Indonesia sebagai GoH pada 14 – 18 Oktober 2015. Pihak media baik dalam dan luar negeri juga memberitakan hal ini, antara lain The Jakarta Globe dan The Publishing Perspective.com.

Image

Image

Bagi Indonesia, ini merupakan kesempatan besar untuk membuat industri dalam negeri, tak hanya industri penerbitan dan percetakan, tapi industri kreatif lainnya (semisal kerajinan dan barang seni, kuliner, multimedia), juga industri tradisional berbasis budaya (jamu, kain, kosmetik tradisional, dsbnya) lebih go international. Program ini tentu saja akan mendorong lebih cepat pemasaran produk-produk Indonesia di luar negeri.

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Frankfurt_Book_Fair

http://publishingperspectives.com/2013/07/indonesia-as-frankfurt-book-fair-guest-of-honor-in-2015/

http://www.indonesiabookfair.net/indonedia-menuju-goh-fbf-2015/