#RaBuku – Rekomendasi Buku: 99 Cahaya di Langit Eropa.

Image

Dilihat dari sampulnya, saya pikir buku ini hanyalah menjadi buku traveling keliling Eropa dalam waktu sekian bulan dengan budget yang minim hanya sekian juta rupiah berisi foto-foto dari gedung-gedung landmark kota-kota di Eropa yang cantik dan menawan lalu membuat iri para pembacanya yang hanya bisa melihat dan membaca lalu membayangkan apa rasanya bisa mengalami itu semua. 

Ternyata, pikiran sinis saya salah. Memang, you can judge a book by its cover but most probably, you’re wrong. 

Buku yang ditulis oleh Hanum Rais dan suaminya, lebih dari sekedar traveling ke tempat-tempat yang disajikan di sampul mukanya. Mereka memang menceritakan pengalaman hidupnya selama 3 tahun di Eropa, tapi lebih dari sekedar jalan-jalan, mereka juga  menyusuri sejarah Islam di benua Eropa. Eropa dan Islam? Ya. Islam sempat berjaya di Eropa. Jadi, tidak hanya sekedar melihat menara Eiffel, tembok Berlin, atau Colosseum di Roma. 

Banyak sekali fakta sejarah yang diungkapkan Hanum dan Rangga di buku yang seringkali terlewat oleh kita di pelajaran sejarah (atau mungkin sengaja dilewati! :p ), dan mereka sukses menceritakannya tidak dengan gaya menggurui yang membosankan. 

Setidaknya ada 4 tempat di Eropa yang kental dengan sejarah Islam dan dituliskan dalam buku ini:

1. Wina, Austria. 

2. Paris, Perancis. 

3. Cordoba dan Granada, Spanyol. 

4. Istanbul, Turki. 

Banyak sekali selipan fakta sejarah Islam yang (sedikit) mengagetkan pembaca di tempat-tempat ini. Seperti garis imajiner yang dibuat Napoleon Bonaparte di Paris  yang melintasi Arc de Triomphe du Carrousel, obelisk di Place de la Concorde, Arc de Triomphe de l’Étoile, dan Grande Arche de La Défense–yang menurut penulis, searah dengan kiblat di Mekkah! 

Image

Ada juga benda-benda peninggalan di Eropa yang ternyata bersinggungan dengan Islam seperti mantel Raja Roger II yang berkaligrafi Arab, atau medallion raksasa bertuliskan Allah dan Muhammad mengapit gambar Bunda Maria yang tengah memangku bayi Yesus di Hagia Sophia, sampai penutup kepala Bunda Maria dalam lukisan Virgin and the Child karya Ugolio di Nerio di Louvre yang memuat tulisan Kufic Laa ilaha illallah.

Image

Selain perjalanan berlatar belakang sejarah yang mencengangkan, penulis juga sukses membuat kutipan-kutipan yang menginspirasi pembacanya. Beberapa yang saya bisa kutip:

1. Manusia sesungguhnya hanya membela kepentingannya sendiri. Dia tak pernah benar-benar membela agamanya. (hlm. 336)

2. Kalaupun seandainya Tuhan itu tidak ada, kita tetap harus mencari-Nya. (hlm. 138)

3. Fanatisme agama dengan segala bentuknya merupakan sumber segala perselisihan, musuh bersama umat manusia. (hlm. 137)

Dan masih banyak kutipan lainnya. 

Buku ini sukses membuat pembacanya belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan. Membaca buku ini membuat kita mau jalan-jalan ke Eropa (itu sih pasti!), tidak hanya sekedar berjalan, tapi mengamati, menyusuri, mencari tau setiap cerita di balik gedung tua, jalanan lama, pemandangan alam yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Islam di Eropa. 

Btw, film yang terinspirasi dari novel ini akan tayang di Bioskop-bioskop Indonesia mulai awal Desember 2013. Jadi, siap melihat perjalanan sejarah Islam di Eropa?

Image