Guru-guru Dalam Buku

Selamat Hari Guru Nasional!

Hari ini, semua guru diberi selamat, guru yang dikenal dengan pahlawan tanpa tanda jasa. Kenapa hari ini?

Hari inilah Persatuan Guru Republik Indonesia berdiri, tepatnya di 25 November 1945, 100 hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan Soekarno. 

Guru, yang katanya namanya berasal dari bahasa Jawa yaitu yang diGUgu dan ditiRU, selalu diharapkan punya perilaku yang baik, pemikiran yang mulia, menjadi contoh bagi setiap orang terutama murid-murid yang diajarnya. 

Begitu juga di novel populer Indonesia. Ada beberapa karakter guru yang sangat melekat dalam pikiran dengan ciri khasnya. Masih ingatkah siapa saja karakter guru yang terkenal dari novel, belakangan ini?

1. Ibu Muslimah dari Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

Image

Siapa yang tersentuh dengan kisah Ibu Mus dari Belitung ini? Terbatasnya jumlah guru dan infrastruktur sekolah yang minim tidak menyurutkan semangatnya untuk setiap pagi berangkat ke sekolah Muhammadiyah Gantung bertemu dengan murid-murid yang jumlahnya gak lebih dari 11 orang itu. Bangunan sekolah yang reot tidak melemahkan jiwa dan pemikiran yang akan ditanamkan kepada anak-anak didiknya yang tidak hanya diajar mengenai pertambahan matematika,  letak geografi suatu negara tapi juga sikap jujur, pantang menyerah dan berani bermimpi di setiap tindakannya.

Semangat Ibu Mus sangat menular kepada murid-muridnya, yang tidak semua mempunyai rumah berdekatan dengan sekolah, Andrea sendiri tinggal 30 km dari sekolah tapi tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk tidak masuk sekolah. Segitu menginspirasinyalah seorang Ibu Mus, beliaupun  menerima Satya Lencana Pembangunan dan Satya Lencana Pendidikan dari pemerintah.

Image

Perjuangan Ibu Mus membuahkan hasil! Anak-anak didiknya sekarang banyak yang berhasil meraih pendidikan sarjana dan master, termasuk sang penulis sendiri, Andre Hirata yang berhasil mewujudkan mimpinya mendapatkan beasiswa di Universite Paris-Sorbonne, Perancis. Satu mimpi yang sempat dicita-citakannya semasa sekolah dulu. 

2. Pak Balia dari Sang Pemimpi karya Andrea Hirata.

Image

Masih dari penulis yang sama, ada sosok guru lain yang juga menginspirasi si penulis bernama Pak Balia. Meski kadang kelelahan saat sampai di sekolah karena harus bekerja di malam hari, pak Balia tak pernah sedikitpun memperlihatkan keletihannya. Beliau diceritakan selalu mempunyai ide yang kreatif dalam memotivasi murid-muridnya, tak heran banyak anak didiknya yang mempunya mimpi setinggi langit, dan berhasil mewujudkannya. 

3. Kyai Rais dari Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. 

Image

Kyai Rais ini adalah pimpinan pesantren PM dimana Alif (tokoh sentral di novel ini) menghabiskan masa sekolahnya. Kyai Rais selalu mempunyai jawaban yang bijaksana atas masalah-masalah murid pesantren, dan selalu berkharismatik setiap berbicara di depan umum. Kyai Rais jugalah yang mencetuskan Man Jadda Wa Jadda yang berarti “siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil” dan dipegang teguh oleh Alif selama menggapai mimpi-mimpinya. Sebenernya, tidak hanya kyai Rais yang menjadi tokoh pendidik di Pondok Madani, tapi semuanya kurang lebih punya benang merah yang sama. Mereka yang tidak lelah memotivasi santri-santrinya, membakar semangat dan menanamkam sifat positif termasuk disiplin menaati peraturan pesantren.

Mereka bertiga di atas hanya sedikit dari banyak karakter guru di novel Indonesia. Mereka semua selalu punya cita-cita luhur yang tidak jauh berbeda. Mereka mencintai pekerjaan dan tak lelah memotivasi setiap anak didik mereka menggapai pelanginya, mencapai mimpinya, menjalani hidupnya. 

Selamat Hari Guru, para pahlawan tanpa tanda jasa!