Rabuku – Rekomendasi Buku: Edensor

Image

Masih ingatkah teman-teman dengan Ikal dan kawan-kawannya dari P. Belitung?

Ikal yang memiliki mimpi setinggi langit?

Ikal yang bermimpi menimba ilmu di benua Eropa?

Nah, saatnya membaca kisah Ikal, Arai dan teman-temannya di tanah impian! Karena sebentar lagi, kita bakal tonton lagi petualangan Ikal di Eropa di layar lebar. Yup, Edensor akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia!

Apa yang Ikal lakukan di (novel) Edensor? Menjalani mimpinya.

“Menjalani mimpi” bisa jadi kalimat yang tepat saat kita mulai membaca Edensor.

Dari dulu, Ikal selalu ingin menimba ilmu setinggi langit. Mimpi yang didapat dari gurunya, Pak Balia di SMA.

“Murid-muridku, berkelanalah, jelajahi Eropa, jamah Afrika, termukan mozaik nasibmu di pelosok-pelosok dunia. Tuntut ilmu sampai ke Sorbonne di Prancis, saksikan karya-karya besar Antoni Gaudi si Spanyol.” katanya.

Di buku inilah, mimpinya terwujud.

Diawali dengan cerita ketika Ikal masih di P. Belitong, mulai dari kelahirannya yang sengaja dipaskan dengan didirikannya PBB dengan harapan Ikal menjadi juru pendamai dan pergantian namanya karena dirasa kurang pas, sampai permohonan beasiswanya ke Uni Eropa.

Cerita berlanjut ketika Ikal dan Arai menginjakkan kaki di benua empat musim, perjalanan mereka ternyata tidak selalu mulus. Berawal terlunta di Belanda, barulah mereka menginjakkan kaki ke universitas yang menjadi idaman mereka, Sorbonne, Perancis. Tak heran, gegar budaya dialami oleh Ikal dan Arai karena cara hidup orang Eropa yang berbeda dengan tanah kelahirannya.

Yang seru adalah ketika mereka sampai di saat liburan musim panas. Ikal dan kawan-kawannya bertaruh untuk mengelilingi Eropa dengan target mengelilingi negara dan kota sebanyak-banyaknya. Mereka dengan tempat yang paling banyak dikunjungi akan keluar sebagai pemenang. Ikal dan Arai melakukan perjalanan secara backpacker. Menjadi pengamen seni dan berdandan menjadi patung putri duyung dilakoninya demi mendapatkan modal perjalanan, sampai tak makan daun-daunan mentah untuk bertahan hidup. Tak sia-sia, perjuangan mereka membuahkan hasil dengan mengelilingi 42 negara di Eropa, bahkan sampai ke Afrika! Di bagian inilah salah satu bab yang paling seru!

Edensor sendiri adalah nama satu desa di Inggris yang selama ini hanya dibacanya di novel karya James Herriot pemberian A ling, gadis Hokian pujaan hatinya.

Seperti dua novel terdahulunya,  Edensor menyajikan cerita yang tidak hanya menyentuh pembacanya tapi juga menghibur. Kadang tawa, kadang haru, menjadi bumbu novel ini. Bumbu yang kita harapkan juga akan hadir di filmnya yang akan dirilis 24 Desember 2013. Film yang bisa ditonton oleh anak, keponakan kita dan bisa menghibur sekaligus mengajarkan bermimpi. Mimpi tinggi yang tidak hanya diingini tapi juga bisa dicapai dan dijalani.

Image