RaBuku – Rekomendasi Buku-Buku Bung Karno

Ada yang udah nonton film Soekarno karya Hanung Bramantyo yang dirilis Bulan Desember ini?

ImageKalo kamu berharap ada review film Soekarno di blog ini, bakal kecewa deh. Maaf ya. Tulisan ini bukan untuk membahas filmnya tapi justru melihat beberapa buku mengenai hidup presiden pertama RI atau karya Bung Karno yang pernah dirilis.

Buku pertama yang kami rekomendasikan untuk dibaca adalah tulisan karya Cindy Adams, Soekarno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

ImageDi bab 1 buku ini, Bung Karno menulis:

“Buku ini tentu berisi hal bagus tentang ku, agar egoku terpenuhi. Tapi juga harus mengkritik dan menyebutkan kejelekanku, agar orang mau membelinya”.

Membaca buku ini terasa seperti mengobrol dengan sang proklamator karena sang penulis menggunakan kata pengganti pertama, aku sebagai Bung Karno.

Disini, Bung Karno menuliskan banyak hal mulai dari sejarah kehidupan pribadinya sampai pendapat dan kekecewaannya. Mulai dari awal mula pertemuan kedua orang tuanya, kesukaannya pada wanita cantik sampai kekecewaannya terhadap pers Amerika Serikat.

Satu kutipan bagus yang tertulis di buku ini:

Cintai Indonesia yang kuwariskan padamu, Nak! Kau tahu? Demi merdekanya negara ini, aku berpindah-pindah penjara sampai belasan tahun, dan entah berapa percobaan pembunuhan kualami. Ya, tentu saja Jepang, Belanda, dan para extrimis sangat ingin nyawaku. Jaga warisan ini! Ingat selalu, Nak, NKRI harga mati!”

ImageBuku ke-2 yang kami rekomendasikan adalah buku karangan Ir. Sukarno yang berjudul, “Di Bawah Bendera Revolusi” setebal 630 halaman yang berisi sepak terjangnya semasa muda sampai menjadi orang nomor 1 di Indonesia.

Sukarno juga mencoba menjelaskan berbagai paham yang ada di dunia, mulai dari Nasionalisme, Islamisme Marxisme, Komunisme serta lainnya dari kacamata dan pandangan dirinya.

Penasaran dengan satu paham yang ingin diterapkan Bung Karno ke Indonesia namun gagal, Nasakom? Di buku inilah Bung Karno menjelaskan tentang Nasionalis, Agama, Komunis dan sejarah Marhaenisme dari awal hingga penerapannya.

ImageSalah satu buku yang paling populer dari Bung Karno adalah Indonesia Menggugat. Buku ini sejatinya adalah pledoi yang dibacakan Bung Karno pada persidangan di Landraad, Bandung pada tahun 1930. Dari balik penjara, Bung Karno menulis dan menyusun sendiri pledoi ini. Inspirasi datang dari berbagai bacaan yang dibawakan oleh Istri Bung Karno, Inggit Garnasih ketika dirinya masih dipenjara. Kalo kamu nonton film “Soekarno indonesia Merdeka”, ada satu adegan Bung Karno membacakan buku ini di depan pengadilan yang berujung dirinya ditangkap dan dihukum 4 tahun penjara.

Masih banyak buku yang ditulis Bung Karno atau menceritakan hidup sang proklamator. Apapun yang kamu baca, semoga bisa menjadi inspirasi!

MERDEKA!