RaBuku – Rekomendasi Buku: Time is More Valuable Than Money

TiMVTM Yoris

Time is Money. Di Jakarta, ungkapan ini berkembang menjadi Time is More Valuable Than Money karena tepat waktu menjadi satu kejadian yang perlu perjuangan disini.

Inilah yang ditangkap seorang creativepreneur Yoris Sebastian untuk bukunya yang ke-4. Sebelum kita bahas bukunya, kita liat dulu  peluncurannya yang dilakukan dengan cara yang tidak biasa, yah namanya juga Yoris.

Time is More Valuable Than Money dirilis di atas Kereta Api yang bergerak dari stasiun tertua di Jakarta yaitu Jakarta Kota ke stasiun Bogor. Bukannya tanpa alasan, isi bukunya menjadi alasan peluncurannya. Di buku ini Yoris memaparkan tentang sistem transportasi umum.

Selain karena konsep dan tempat peluncuran yang tidak biasa, peluncuran buku ini juga spektakuler karena dihadiri bukan hanya media dan undangan, tapi juga direktur PT. Kereta Api Indonesia, Tri Handoyo dan Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono. Mereka berdua mengungkapkan fakta-fakta sistem transportasi di Indonesia dan Jakarta.

Pada peluncuran buku ini, Yoris berpendapat paradigma “Time is Money”  harus diubah menjadi “Time is More Valuable than Money” yang artinya bahwa waktu adalah lebih berharga dan bernilai dibandingkan uang. “Waktu tak bisa dibeli dan tak akan pernah kembali, jangan sampai kita menjadi kehilangan peluang karena waktu yang terbuang.” Yoris menegaskan.

Di buku ini, Yoris  mengangkat bagaimana sistem transportasi cerdas bisa menjadi salah satu solusi dalam memaksimalkan pemakaian waktu kita. Seiring dengan teknologi informasi yang berkembang pesat, gadget yang semakin canggih, budaya dalam bepergian pun mulai berubah. Memesan taksi melalui app, melihat rute lewat GPS atau Google Maps, nebeng dengan sistem car sharing, adalah beberapa contoh yang diulas Yoris dalam buku ini supaya kita dapat memanfaatkan waktu dengan lebih baik.

Yoris mengungkap data yang dirilis oleh Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dari 5,4 juta komuter, sebanyak 50% menggunakan bus dan angkutan umum sejenis, 44% menggunakan mobil pribadi dan sepeda motor, serta hanya 3% menggunakan kereta api. Bukan hanya moda transportasi modern, Yoris juga bercerita tentang sarana transportasi zaman dahulu, mulai dari kereta kuda jaman Belanda, delman, becak, oplet, bemo, dll mulai dari sejarah, fungsi dan tantangan untuk bertahan di masa itu.

Di akhir buku, Yoris menuangkan ide untuk transportasi di masa depan sebagai solusi kemacetan yang terjadi di Jakarta. Untuk yang sering mengeluh macet dan membutuhkan waktu berjam-jam di jalan untuk sampai ke tempat tujuan, buku ini patut dibaca.

Sumber
http://m.kompasiana.com/post/read/612265/
http://www.gramediapustakautama.com/buku-detail/87422/Time-is-More-Valuable-Than-Money
http://gramedia.tumblr.com/post/72532404155/resensi-pilihan-time-is-more-valuable-than-money