4R : The Chronicles of Audy

Image

Judul: 4R
Seri: The Chronicles of Audy
Penulis: Orizuka
Penerbit: Haru
Jumlah halaman: 320
Tanggal terbit: 2013
Rating: 4/5

Big thanks for Penerbit Haru. Terima kasih telah membantuku mempertebal timbunan 🙂

Audy adalah seorang mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada yang setelah empat setengah tahun kuliah, akhirnya bisa juga memulai skripsinya. Namun hidupnya tak berjalan semulus jalan tol. Orang tuanya menderita kemiskinan mendadak karena tertipu bisnis investasi. Jadi ia harus banting tulang bekerja part time, apalagi mengingat tunggakan uang kostnya dan muka ibu kost yang udah mirip buku taguhan utang.

Setelah melihat lowongan pekerjaan di koran yang menawarkan pekerjaan sebagai babysitter, Audy langsung menyanggupi untuk bekerja di sana. Apalagi diming-imingi tulisan gaji sembilan ratus ribu dan bisa dibayar di muka yang tertulis di kontrak perjanjian, tanpa berpikir panjang Audy lantas menandatangani kontrak itu.

Nah,sialnya, Audy tak sempat membaca tulisan lain di kontrak itu selain gaji sembilan ratus ribu dan dibayar di muka. Dan ternyata dalam perjanjian itu tertulis pula bahwa Audy harus mengerjakan pula berbagai pekerjaan rumah tangga. Intinya, sekarang dia harus jadi babysitter garis-miring-pembantu.

Di sinilah ia sekarang, bekerja di rumah Regan, Romeo, Rex, dan Rafael sebagai babysitter garis-miring-pembantu.

Aku mendesah pelan. Benar. Aku ada di sini karena terikat kontrak yang dulu pernah kutandatangani. Aku di sini cuma seorang babysitterBabysitter yang tidak becus, menumpang hidup dan merepotkan semua orang. Sudah begitu, masih digaji, lagi.

–o–

Nah, karena Orizuka nyatanya adalah penulis favoritku, tampaknya review kali ini agak subyektif.

Novel ini ditulis dari sudut pandang seorang Audy, gadis bodoh  lugu (beneran, Audy itu bodoh lugu -,-) yang entah karena keberuntungan macam apa bisa diterima di jurusan HI, yang notabene disebut-sebut jurusan Soshum paling bergengsi di UGM (sebenarnya ini efek SBMPTN kemarin). Namun dari sudut pandang inilah kita bisa tahu bagaimana Audy yang sebenarnya. Gaya bahasa Orizuka di sini jadi lucu dan ekspresif berkat sudut pandang ini. Dan oh, gaya bercerita Orizuka yang mengalir lancar memang nggak ada matinya. Inilah yang membuat aku menobatkan Orizuka sebagai penulis favorit.

Karakterisasi novel ini juga rapi. Bagaimana Orizuka membentuk karakter kelima tokoh sentral (dan bagaimana dia membentuk image bodoh  lugu pada kedua orangtua Audy) memang jempolan. Bagaimana Audy digambarkan sebagai pribadi yang berantakan, Regan yang dewasa dan pekerja keras, Romeo yang walaupun baik dan care tapi ketombean, Rex yang tampak dingin tapi peduli pada keluarganya dengan caranya sendiri, dan Rafael si balita yang terlalu dewasa tapi lucu dalam waktu bersamaan. Dari kelima tokoh itu, Rex memang jadi tokoh favoritku. Oke, mungkin pembaca lain juga mengidolakan cowok tujuh belas tahun (duh seumuran sama pacar nih) ini. Mungkin seleraku pasaran. What ever.

Oke, ada sedikit bocoran: Audy naksir sama Regan. Nggak lama sampai Audy akhirnya harus menyerah. Yang aku bingung, aku pikir Audy cuma naksir biasa sama Regan soalnya yang dibahas cuma betapa tampannya Regan sampai-sampai disamain sama malaikat. Tapi pas Audy patah hati, kenapa sampai segitunya sih?

Endingnya, cukup memuaskan. Jadi nggak sabar baca buku kedua.

Penulis: @authorizuka
Reviewer: @widywenny
Sumber: http://widywennybooks.blogspot.com/2013/07/review-chronicles-of-audy-4r-orizuka.html