Hikmah Ramadan: Membalas Api dengan Air

IMG_6019

Temen #Moco, ada sebuah kisah yang sungguh menginspirasi dari salah satu sahabat Rasulullah SAW. Semoga bisa mencerahkan dan menambahkan keimanan kita.

Suatu ketika pelayan Imam Hasan Al-Bashri menyampaikan bahwa seseorang telah menjelek-jelekkan namanya. Mendengar hal tersebut, sang Imam kemudian memanggil pelayan dan memintanya untuk memberikan kurma pada orang tersebut. Pelayan berkata, “Wahai imam, bukankah dia telah menjelekkanmu di hadapan orang banyak, tapi kenapa engkau malah memberinya kurma?” Sang imam pun menjawab, “Bukankah sudah sepantasnya aku memberikan hadiah bagi orang yang telah membuat diriku berada di sisi Allah SWT?”

Mendengar kisa dari Imam Hasan Al-Bashri, Rasulullah SAW pun bertanya kepada Malaikat Jibril, “Apa maksud semua ini wahai Jibril?”

“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” (Al-A’raf: 199).

Jibril pun menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu untuk memaafkan orang yang menzalimimu, memberi kepada orang yang pelit kepadamu, dan menyambung silaturahim kepada orang yang memutuskannya denganmu”

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar” (Surah Fussilat: 34-35).

Nilai yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah, jangan peduli saat seseorang melukaimu, tapi pedulilah saat dia terluka. Jangan peduli saat seseorang menyakitimu, tapi pedulilah saat dia disakiti. Jangan membalas apinya dengan apimu (amarah), tapi balaslah api itu dengan air. Dan jangan mengharap kebaikan orang lain, tapi haraplah kebaikan dari Tuhan. (RR)