Hikmah Ramadan: Menyikapi Masalah

problem-solution

Seringkali kita meratap dan menyalahkan Tuhan ketika ditimpa musibah atau bencana. Kata-kata seperti, “Kenapa harus saya yang mengalami ini?” “Kenapa bukan orang lain saja?” “Apa salah saya hingga Tuhan membiarkan saya mengalami musibah ini?” “Bagaimana bisa melanjutkan hidup dalam keadaan seperti ini?” “Mengapa hidup orang lain tampak begitu mulus dan mudah?” atau “Ah, Tuhan tidak adil!” begitu sering keluar dan terucap di kala masa-masa sulit menerpa kita.

Rasa depresi, kecewa, dan putus asa menghantui diri. Namun, jika mau berpikir kembali, bijaksanakah jika kita selalu menyalahkan keadaan? Apakah masalah akan selesai jika hanya mengeluh?

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Segalanya telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Segala hal yang terjadi di dunia tentunya sudah merupakan kehendak-Nya. Ada alasan mengapa Tuhan memberikan keadaan sedemikian rupa kepada Umat-Nya. Ada hikmah yang sesungguhnya Tuhan ingin kita, sebagai umat, untuk mempelajarinya.

Kita sering mendengar kalimat bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan yang tidak bisa dilewati oleh hamba-Nya. Karena itu percaya aja kalo Tuhan memilih kita untuk menjalani masa sulit dan segunung masalah karena Dia yakin dan tahu bahwa kita mampu melewatinya. Baiknya sih hindari untuk selalu membandingkan diri dengan orang lain karena bisa saja, Jika orang lain yang mengalami apa yang kita alami, belum tentu mereka bisa sekuat kita saat ini.

Percaya juga jika setiap kesulitan yang kita alami semata-mata adalah kesempatan untuk mengasah dan menguji diri untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.Seorang sarjana bekerja sebagai pegawai kantoran dengan gaji tiga juta per bulan. Di lain pihak, seorang berijazah SMP mampu menghidupi keluarga lewat usaha tambak ikan dengan penghasilan berkali lipat. Apa maksud contoh ini? Terkadang, di dalam kesulitan, kita menjadi berpikir lebih keras dan lebih kreatif, tentang bagaimana melanjutkan hidup, tentang bagaimana meraih kebahagiaan. Jika setiap masalah kita hadapi dengan pikiran positif, tentu hasil yang positif juga akan kita dapatkan.

Hidup adalah tentang bagaimana menyelesaikan masalah. Seseorang mungkin tampak bahagia dan aman-aman saja di luar, namun tetap, setiap orang pasti memiliki masalah sendiri. Selayaknya masalah, perkara hidup adalah tentang bagaimana kita menyikapi dan sepintar-pintarnya kita menyembunyikan hal itu agar tidak diketahui orang banyak. Jika sebuah aib kecil saja kita malu untuk diketahui orang banyak, masa kita rela untuk umbar-umbar masalah pribadi?

Akan menarik jika kita mau menengok orang-orang yang tampak bahagia. Tanpa sadar, pasti akan kita temukan satu sisi yang membuat orang itu merasa hidupnya tidak begitu sempurna. Sama halnya dengan diri kita sendiri, yang selalu ingin terlihat baik di mata orang lain sementara diri berusaha keras menyimpan segala masalah. Semua orang berlomba-lomba untuk menyimpan kekurangan diri sebaiknya, bukan untuk terlihat sok kuat atau sok jago, namun ini semua tentang bagaimana kepintaran diri dalam menyelesaikan masalah. Karena balik lagi seperti yang sebelumnya tertulis, Tuhan tidak pernah memberi masalah melebihi kemampuan umat-Nya. (RR)