FanFiction Unleash Your Imagination

fanfic

 

 

Mereka biasa menggambarkannya seperti cerita singkat atau cerita pendek. Sebenarnya, apa sih  FanFiction itu dan bagaimana hal ini begitu dahsyat mengguncang anak-anak muda Indonesia, tanpa pernah mereka bertatap muka, hingga mampu membentuk komunitas dengan istilah FanBase?

 

 FanFictin

Cerita FanFiction sebagai bentuk cerita  asli yang ditautkan dengan tokoh, lokasi, dan situasi dari karya asli. Dapat berupa film, buku, permainan, juga sinetron yang memiliki hak cipta. Walau FanFict itu terdapat tokoh, tempat, dan situasi yang diambil dari karya asli, tetapi seorang penulis FanFiction tidak memiliki hak hukum, dalam hal ini hak cipta terhadap tokoh, tempat, situasi, dan lainnya. Nah, penulis-penulis FanFiction itu menulis cerita atau mewujudkan imajinasinya mengenai tokoh idola atau situasi dari karya sebenarnya yang tidak direalisasikan oleh penulis sebenarnya. Mereka  menulis demi memenuhi kepuasan diri dan sama sekali tak ada motivasi untuk komersial.

 Legalitas FanFiction

Memang banyak yang mempertanyakan legalitas FanFiction, terutama para penulis FanFiction di luar negeri, seperti Amerika Serikat. Mungkin tak hanya di AS, tetapi juga di belahan dunia lainnya. Karena hal ini berhubungan terhadap pemakaian sebagian maupun seluruh material atau karya asli yang dibuat dalam karya FanFict tersebut.  Menilik lebih jauh, bahwa FanFiction ini sebagai bentuk turunan dengan hasil olah cipta penulisanya menambahkan sendiri tokoh rekaan, jalan cerita, settting tempat, juga alur cerita terhadap karya yang dilindungi hak ciptanya. Hal itulah yang memberi pembeda terhadap pemakaian kata per kata dari isi yang dilindungi hak ciptanya. Hal yang perlu dicatat bahwa FanFict itu bukan sebagai bentuk pelanggaran hak cipta,  tujuan yang diberikan hanya untuk kepuasan penggemar.

 Substansi FanFiction

Nah, dalam FanFiction cerita  dibagi menjadi dua jenis, yaitu Canon dan Fanon. Untuk penggila FanFiction memang sudah tak asing dengan istilah itu, tetapi untuk mereka yang akan menerjunkan diri ke dalam dunia per-FanFiction-an perlu tahu. Canon, berkaitan erat dengan fakta yang diungkap dalam sebuah cerita buku. Ada juga yang berpatokan pada film yang ditayangkan. Untuk meracik FanFict Canon, seorang penulis mesti mengikuti aturan yang baku dan tidak lari dari jalur. Artinya, semua karakter yang ditulis atau dibicarakan sama seperti yang dibuat oleh penulis asli,  begitu pula lokasi dan situasi.

 Sementara itu, Fanon atau fakta yang sesungguhnya tidak ada. Akan tetapi, lebih mengarah kepada gosip atau rumor semata. Bisa dikatakan, fanon ini lebih kepada dugaan FanFictioner atau sederetan fakta yang terjadi pada artis-artis GGS (Ganteng-Ganteng Serigala). Misalnya, Aliando pernah mengungkapkan cinta kepada Prilly, sedangkan Prilly ditaksir sama cowok lain, seperti Verrel. Maka dari itu, dibuatlah FanFictioannya. Rumitkah? Tentu tidak!, Ayoo, main dan lepaskan imajinasi kalian.

 Pentingnya Work in Progress

Oleh penulis, cerita FanFiction sering diposting dengan nama work in progress atau WIP secara berseri yang dibuat dalam bagian per bagian.  Cerita yang dibuat dalam satu bagian dapat diselesaikan dalam waktu beberapa hari bahkan minggu. Cerita tersebut selalu diperbaharui untuk terus mengingatkan pembaca bahwa ada tulisan baru pada postingan mereka. Uniknya, penulis-penulis FanFiction ini selalu mengunggah tulisannya secara berurutan dalam satu judul disertai beberapa subjudul. Masing-masing judul saling berkait dan mengikat makna serta alenia. Ditulis dalam cerita panjang dalam satu bagian, boleh kita sebut novel. Tetapi, ada pula tulisan-tulisan lepas diikuti judul per judul yang dikumpulkan dalam satu bagian, biasa kita sebut kumpulan cerpen.  

 Tujuan utama mereka mengunggah tulisan per bagian tersebut untuk menerima masukan, saran, dan kritik dari pembaca atau fanbase. Biasanya ada orang-orang yang dengan sukarela menjadi editor dari tulisan tersebut yang diberi istilah “beta”. Mereka bekerja tanpa bayaran dan dilakukan dengan senang hati. Komunikasi yang dibangun melalui jejaring sosial seperti email, facebook, twitter, instagram, ask.fm, dan lainnya. Setelah oleh “beta” tulisan mereka diperiksa, penulis tidak dianjurkan untuk mem-posting kembali tulisan tersebut jika hendak dikomersialkan atau diterbitkan di penerbit. Alasannya, demi keamanan cerita yang akan diterbitkan terhindar dari pembajakan.

 Menularkan Virus Positif

Kita melihat, FanFiction seperti cendawan tumbuh subur di musim hujan. Begitu banyak fans-fans yang menjadikan tokoh idolanya sebagai pujaan. Mereka membentuk wadah bernama FanBase. FanBase menjadi tempat mereka berbagi cerita, beropini, berimajinasi, dan menelurkan kreativitas tanpa batas dalam bentuk tulisan. Momen itu sebagai bentuk ekspresi anak-anak muda menggali potensi kreativitas menulis yang mereka miliki. Memang, perlu mendapat tempat tersendiri, sehingga virus menulis yang mereka sebarkan dapat memberi efek positif untuk anak-anak muda lainnya.

 Begitu banyak anak-anak muda Indonesia punya talenta menulis cerita, tetapi tak tahu harus ke mana memberikan hasil imajinasi yang tertuang dalam bentuk tulisan itu. Karena itu,  Moco ada di tengah-tengah mereka. Kehadiran Moco bagi mereka membawa angin segar untuk memfasilitasi karya yang sudah dihasilkan. Moco sebagai social reading application pertama di Indonesia, tepat di tanggal 5 September 2014 meluncurkan secara digital sebelas judul tulisan dari sepuluh penulis FanFiction Aliando-Prilly. Mereka adalah fans berat Aliando-Prilly dari serial sinetron berjudul Ganteng-Ganteng Serigala yang tayang di salah satu stasiun TV Swasta. Moco memberi semangat mereka dalam berkarya, membangkitkan gairah menulis, serta membaca bagi anak-anak muda Indonesia. Karya sebelas judul dari sepuluh anak muda Indonesia berbakat itu dapat diunggah di www.moco.co.id.

Visual post Forum

Nah, ngefans dengan tokoh-tokoh tertentu ternyata tidak selamanya berdampak negatif. Justru mampu membangkitkan kreativitas, mengolah imajinasi, dan menghasilkan sesuatu yang bernilai positif untuk orang banyak. Tunggu apa lagi! (Jun W-Chief Editor Aksaramaya)

—————————