Fauzan Fadli Dan Secangkir Teh Mint

Tidak banyak yang mengenal sosok pria yang sedang menyeruput tehnya dalam-dalam itu. Pria yang tidak pernah memesan teh di kafe itu duduk tenang termenung menatap lalu-lalang pekerja kantor. Hampa. Mungkin tidak ada yang sadar dengan ketidakbiasaanku ini, pikirnya. Namun siapa sangka, sosoknya yang biasa saja, dengan kemeja putih dan dasi hitam ramping menggelayut di dadanya itu ternyata sedang mendapatkan perhatian khusus dari seseorang. Namanya Adam.

Ini hanya sejumput, lanjutlah kulum rasa mint di dalam tehmu. Lima cerita pendek dengan secangkir teh mint di dalamnya siap disuguhi. Pergolakan hati dan pergulatan peristiwa mengalir serupa aliran teh yang mampu diseruput kerongkongan.

FOTO OJAN

Akun @zanfadli di Twitter adalah separuh kehidupan Fauzan Fadli. Lahir dan besar di Jakarta, mahasiswa Magister Manajemen ini memang bekerja sebagai penulis. Empat tahun belakangan Fauzan rutin menulis kolom Interior di salah satu media Desain, Interior, Arsitektur, dan Lifestyle terkemuka. Di usianya yang ke-24, ia juga sempat menjadi Kreatif di salah satu stasiun teve di bilangan Tendean, Jakarta Selatan.

Sesekali menulis ulasan tentang buku (dan apapun yang ia alami), ia pun aktif merangkai kata di blognya, zanfadli.wordpress.com. Tidak banyak punya pengalaman tinggal di luar Ibukota, Fauzan ingin sekali tinggal dan menghabiskan masa lajangnya di luar kota. “Someday, you’re gonna hear my voice on the radio. Everyday!,” itu jawabannya saat ditanya tentang cita-cita luhurnya.