AYAH… KISAH BUYA HAMKA

????

Ayah… dalam hening sepi ini aku merinduimu. Keriput yang menyinggahi pipi-pipimu menjadi gambaran perjuangan hidup selama ini. Bahumu dulu terlihat begitu kokoh, bulir-bulir keringat mengucur deras dari raut wajahmu, kini semua berlalu seperti bunga-bunga kapas yang beterbangan. Gemeretak tulang-tulang rapuhmu telah mengantarkan dirimu pada pembaringan terakhir.

Siapa yang tak mengenal HAMKA. Sebagai tokoh agama sekaligus sastrawan Indonesia. Terkenal dengan karyanya, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Kabah. Sebagai tokoh agama sekaligus sastrawan, HAMKA juga dikenal sebagai sosok ayah yang hangat.

Buku yang ditulis langsung oleh anaknya ini-Irfan Hamka, membeberkan sepak terjang HAMKA selama hidup hingga akhir hayat. Bagaimana tidak, sosok yang dikenal sebagai Ayah Bangsa ini, sangat menginspirasi. “Ayah bukan hanya dilihat secara biologis, tapi juga ayah bagi anak-anak didiknya, ayah spiritualitas,” menurut Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syahid Jakarta.

Sarat dengan makna yang bernas tetapi nyaman dan ringan untuk kita baca. Tak hanya agar mudah dipahami dan dimengerti, tetapi terpenting mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Pembaca tentu penasaran bagaimana buku ini begitu menyentuh; setiap kalimat dan bagian cerita tak terpisahkan.

Judul                     : Ayah… Kisah Buya Hamka

Penerbit              : Republika Penerbit

Tahun Terbit      : Mei 2013, Cetakan ke-V Februari 2014

Hlm                        : xxviii + 324 hlm

ISBN                      : 978-602-8997-71-3