Kembalikan Senyum Syera

Sinopsis

Aku berlari terus berlari

Berharap mendapat sebuah kepastian yang dinanti

Dan aku terjatuh. Lagi.

Kamu pikir ini lelucon, Tuhan?

Kukepal tanganku. Keras. Ingin kulemparkan ke kerajaan langit. Entah harus berapa lama lagi aku harus terperangkap penjara hati yang sepi. Dengan tatapan nanar kulihat kembali lagi secarik kertas tentang sebuah janji, yang pernah diikrarkan bersama di bukit senja. Bukit yang dipenuhi dengan eksotisme kemerahan langit bercampur teduhnya biru langit dalam satu waktu dan tempat. Logikaku mulai mengosong. Hatiku sakit menjerit. Air di dalam bola mataku mulai menggenang. Memori tentang kamu dengan teganya malah bergelimang mesra di liang kepala. Sosokmu yang sederhana namun sanggup menyempurnakan tiba-tiba menghilang secara perlahan dari pandangan tanpa sebuah kepastian dan membuatku kehilangan sebuah senyuman.

Kembalikan Senyum Syera

Apa yang kamu pikirkan saat membaca judul Kembalikan Senyum Syera? Pasti kisah yang sendu berlarut-larut. Ya, memang. Tapi tidak cengeng. Sepanjang cerita sesungguhkan adalah permainan karakter. Penulis, Rifianda Dewita membangun karakter Syera tidak hanya di awal cerita, tetapi di sepanjang alurnya. Pembaca akan mengikuti setiap dimensi waktu tarik ulur yang ditawarkan cerita agar pembaca makin mengenal sosok Syera. Penulis menambah gimmick waktu dan tempat sebagai latar agar pembentukan karakternya semakin kuat. Di balik pemaparan waktu itu, kita akan melihat sebab-akibat yang memadu tokoh Syera dengan tokoh-tokoh lainnya yang berujung kembali pada Syera sendiri.

Untuk lebih tau siapa Syera itu? Mari membaca bersama di Moco. Selamat membaca.

Tentang Penulis

rifianda

Penulis yang bernama Rifianda Dewita ini lahir di Jakarta pada tanggal 6 Desember 1991. Ia merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan Rio Sudarsono dan Zulfiah. Penulis telah berhasil meraih gelar sarjananya bidang Sastra Jepang di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta dan aktif mengikuti kegiatan organisasi di dalam lingkungan kampus atau pun di luar lingkungan kampus. Sambil menjalani bisnis yang ia geluti sejak kuliah, ia kembali meneruskan cita-cita terpendamnya dari waktu masih duduk di bangku SMP yaitu menulis novel. Selama ini penulis hanya mampu mengutarakan kata-kata indahnya selama ini lewat jejaring sosial media berupa Twitter (@rifianda) dan Facebook (Rifianda Sudarsono), dan membiarkan orang-orang dapat sedikit tersadar atau peka tentang apa yang ia ingin sampaikan lewat kata-kata tersebut. Dan novel Kembalikan Senyum Syera ini adalah novel pertamanya yang ia tulis dari sejak dirinya masih SMA. Penulis ingin bercerita tentang sebuah kehilangan yang harus disikapi dengan kesadaran dan kesabaran.

Email: rifiandadewita@gmail.com