Sang Pengibar Dari Tegal

Sang Pengibar

SINOPSIS

Ini adalah sebuah kisah sederhana dari sebuah kota kecil istimewa, Tegal, Jawa Tengah. Tidak banyak orang tahu bahwa di kota kecil itu, kakek tua yang nasionalis telah berhasil menurunkan rasa cinta tanah air kepada cucunya, Latief Hendraningrat. Sejak kecil, Latief biasa meilihat Mbah Karman menaikkan dan menurunkan bendera merah putih di halaman rumahnya.

Latief sangat mencintai bendera, cita-citanya pun sederhana: ingin jadi pengibar bendera pusaka. Tugas hariannya mengangsu ‘menimba air dari sumur’ kolam dijadikan sarana latihan mengibarkan bendera. Ia berimajinasi, karet timba yang sedang dikereknya itu ibarat tali pada tiang bendera, betapa kreatifnya. Namun, sangat disayangkan, postur tubuhnya yang pendek membuatnya gagal menjadi pasukan pengibar bendera di sekolahnya. Tapi semangat dan kecintaannya meluluhkan hati pelatih untuk mengikutsertakannya sebagai pasukan 45, menempatkannya di barisan paling akhir.

Akan tetapi, untuk menjadi pasukan pengibar bendera tingkat kota, tekad dan cinta besar Latief tak mampu meloloskannya. Menjadi pengibar bendera bukan tentang siapa yang paling besar rasa cintanya, melainkan tentang postur tubuh yang paling “pantas” untuk mengibarkan bendera. Dalam hal ini, Latief jelas gagal. Ia pun tak punya pilihan lain selain menyerah. Impiannya menjadi pasukan pengibar bendera kandas. Tapi dialah pengibar bendera sejati itu, yang mengibarkan bendera merah putih setiap hari di halaman rumah, dengan tangannya sendiri. Kemudian menurunkan lagi semangat itu ke anaknya.

Download ebook nya dan baca cerita lengkapnya hanya di MOCO

Tentang Penulis

suci

Penulis lahir dengan nama lengkap Suci Indriyani di Tegal pada 18 April 1991. Di rumah  yang beralamatkan Jalan Abimanyu Gang 3 No 33 ini, bakat menulisnya tumbuh. Setelah menamatkan SMP, di kelas XI SMA N 1 Tegal Suci Indyra mantap dinisbahkan sebagai nama pena setelah menjuarai Juara II Ramadhan Writeen Festival, Tabloid Teen (2007). Kemudian di tahun 2009 Suci Indyra kembali menyabet juara, Juara III Lomba Cerpen Kawanku.

Kini, Suci sedang melanjutkan pendidikan di Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Indonesia. Bulan Mei 2011 Suci Indyra menembus Juara II di Olimpiade Ilmiah Mahasiswa-Cerpen FIB UI. Di awal tahun 2012 mimpinya menjadi juara 1 terwujud melalui Life After School Writing Contest, PSFAlumnus,  2012. Ia juga menjadi salah satu penulis antologi buku “Bismillah, Aku Tidak Takut Gagal”, Qultummedia Publishing, 2011. Motonya “Saya ada karena Allah mempercayai saya”.

Suci bisa kamu hubungi di :

Twitter: @indyrasuci
FB: Suci Indyra