JKT48 Hingga Aliando-Prilly Picu Tren Novel Fanfiction

jkt48dlm

Novel bergenre fanfiction tidak hanya bergema di dunia penerbitan internasional saja. Indonesia pun mengalami fenomena serupa. Namun, tidak mengacu kepada idola K-Pop, selebriti Jepang maupun Hollywood. Fenomena fanfiction di Indonesia masih berbau lokal.

Para pemain sinetron ‘Ganteng-ganteng Serigala’ menjadi pemicunya. Mereka adalah Aliando Syarief dan Prilly Latuconsina. Tak ketinggalan pula idol grup, JKT48. Para penggemarnya membuat novel fanfiction sesuai dengan versinya.

“Para penggemar membuat cerita sesuai dengan imajinasinya tapi memakai karakter dari idola mereka. Itu yang dimaksud fanfiction,” ucap chief of editor MOCO, Junwinanto kepada detikHOT di Goethe Institut, Jakarta Pusat, pekan lalu.

Tren fanfiction lokal tersebut bergema sejak pertengahan tahun lalu. Penggemar dari Aliando-Prilly maupun JKT48, sudah mempunyai wadah komunitas fans tersendiri. Tapi, mereka ingin menyalurkan bakat tulis menulisnya dan diterbitkan dalam bentuk e-book.

Sedangkan penerbit MOCO yang berhasil mewadahi para penulis novel fanfiction tersebut. Melalui MOCO, setiap penulis bisa mengirimkan karyanya untuk dikurasi, diterbitkan dalam format e-book oleh perusahaan reading sosiality Aksara Maya.

MOCO yang berasal dari bahasa Jawa berarti ‘membaca’ tersebut baru berdiri pada 8 Juni 2014. Dua bulan kemudian, Moco menggelar gathering bersama fanbase dari penulis novel fanfiction di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat.

Dengan tagline ‘Bersama MOCO, Menulis dan Menerbitkan itu Mudah’, memang betul terjadi. Menurut pria yang akrab disapa Jun, proses kurasi ini terbilang mudah.

“Yang terpenting pandai memainkan alur, imajinasi, menghidupkan cerita, dan yang lainnya unsur teknis. Penulis dari fanbase ini harus mampu hadir dan menghidupkannya idola mereka,” kata Jun.

Sepanjang hari ini, detikHOT akan mengulas fenomena novel fanfiction Tanah Air. Simak artikel-artikelnya di art&culture!
(tia/mmu)

Sumber : DetikHOT