Resensi The Amazing Shalawat

a783148c615676334e366d141443e0de

Judul : The Amazing Shalawat: 101 Kekuatan & Manfaat Shalawat
Pengarang : Aprilia Tika
ISBN : 9786020305516
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Published : 09 Jun 2014

Shalawat di Mata Aktivis Kasidah

Bagi umat Islam, shalawat adalah bagian tak terpisahkan dari aktivitas kehidupan. Tak terkecuali bagi pengarang buku ini Aprilia Tika. Ibu satu anak yang berbakat menulis ini, dengan bahasa sederhana namun lekat dengan keseharian menulis bagaimana shalawat kepada Rasulullah Muhammad harus menjadi bagian tak terpisahkan bagi umat Islam. Ia dengan cermat mengamati bagaimana shalawat yang secara harafiah berasal dari kata shollu yang berarti doa, keberkahan, kesejahteraan, dan kesungguhan melekat pada shalawat.  Menarik disimak, bagaimana penulis juga mengkaitkan kebiasaan menyingkat Rasulullah dengan SAW ketika membicarakan nabi Muhammad semestinya ditulis dengan lengkap sebagai sallallahu ’alaihi wasallam. Dengan bahasa sederhana dan tak ada satupun huruf arab yang digunakan, tampilan keseluruhan buku ini terlihat sederhana namun tetap memikat dari sisi pemilihan bab, sub-bab, hingga bagian akhir yang menjadi perhatian khusus penulis.

Menarik pula bagaimana mengumandangkan shalawat juga harus memiliki etika, apa saja fadilat membaca shalawat, hingga pertanyaan kontemporer mengenai apakah shalawat itu bidah atau mengada-adakan sesuatu yang tidak dilakukan Nabi Muhammad. Untuk hal ini, penulis mengambil contoh tentang shalawat nariyah. Sebagian orang menyebut shalawat ini tidak ada ketentuannya sehingga dianggap bidah. Tetapi dengan pandangan bahwa segala hal baru tidak semuanya sesat, asalkan hukumnya jelas dengan melihat dalil-dalil dan ketentuan syariah yang telah ditentukan menjadikan bahwa shalawat dalam berbagai bentuk –seperti shalawat nariyah- bukanlah bidah. Kalaupun itu bidah, bidah yang dimaksud adalah bidah yang diperbolehkan atau bidah yang memiliki manfaat. Sayang, untuk keberkahan dari shalawat penulis tidak mencantumkan bagaimana kisah di Tanah Air. Keberkahan shalawat masih sebatas pada kisah-kisah di jazirah Arab. Bila kisah tentang keberkahan shalawat muncul dari Tanah Air, setikdaknya ambience dari kisah tersebut tentu lebih dekat kepada pembaca.

Yang juga menarik adalah penulis mencantumkan dalam satu bab tentang sejarah hidup nabi Muhammad dari lahir, kebaikan akhlak, menikahi Khadijah, turunnya wahyu pertama hingga perjuangannya dalam berdakwah di periode Mekkah maupun Madinah, wafatnya Rasulullah, hingga mukzizat yang dimiliki Rasulullah. Bahasa yang digunakan terbilang memikat sehingga pembaca akan terhanyut dengan kisah terutama pada saat Rasulullah menghembuskan napas terakhir pada usia 63 tahun. Aktivitas yang digeluti penulis sebagai anggota grup kasidah juga tak lepas dari pembahasan di bab terakhir dengan membicarakan shalawat di era modern. Selain shalawat yang ada di kasidah, juga seni nasyid dan hadrah banjari yang juga menggunakan shalawat sebagai alat syiar dakwah.

Pendeknya, buku ini layak dinikmati pada long weekend menjelang Hari Raya Idul Adha ini. Selain bahasa sederhana, penggambaran mengenai diri Rasulullah Sallallahu ’alaihi wasallam ditulis dengan cukup memikat. Tidak hanya shalawat indah yang didendangkan aktivis kasidah itu, goresan pena tentang shalawat mengajarkan kita apa arti shalawat dan manfaatnya bagi kehidupan.

 

(alu- Jakarta 11/9/2016)