10 Fakta Masjid Istiqlal Jakarta

istiqlal_mosque

Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid kebanggan Indonesia ini dibangun sejak zaman Presiden Soekarno. Masjid Istiqlal tidak hanya menjadi sebuah tempat ibadah semata, tapi juga dimanfaatkan untuk melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Berikut adalah 10 fakta mengenai Masjid Istiqlal yang harus sobat iJak ketahui.

1.Dibangun Dalam 2 Orde Pemerintahan

Ide pembangunan Masjid Istiqlal dimulai sejak zaman pemerintahan Orde Lama di bawah pemerintahan Presiden Soekarno, dan peresmiannya dilakukan setelah era Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

2. Sayembara

Panitia pembangunan Masjid Istiqlal mengadakan sebuah sayembara rancang bangun Masjid Istiqlal. Presiden Soekarno sendiri didaulat menjadi ketua dewan juri dengan para anggotanya yang terdiri dari arsitek dan ulama terpandang. Terpilih 5 desain sebagai kandidat pemenang yang akhirnya dimenangkan oleh F.Silaban dengan desain bersandi Ketuhanan. Sebagai pemenang, F.Silaban mendapat hadiah medali emas 75 gram dan uang sebesar Rp.25.000,-

3. Penentuan Lokasi

Sempat terjadi beda pendapat antara Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta mengenai lokasi dibangunnya Masjid Istiqlal. Hatta mengusulkan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal di Jalan Moh. Husni Thamrin, tepat di lokasi berdirinya Hotel Indonesia saat ini. Alasannya lokasi tersebut masih berupa tanah kosong dan berada di lingkungan masyarakat Muslim. Sedangkan Presiden Soekarno lebih menginginkan lokasi Masjid Istiqlal berada di lokasi saat ini yang waktu itu masih bernama Taman Wilhelmina. Presiden Soekarno berpendapat, lokasi Taman Wilhelmina dekat dengan pusat pemerintahan, pusat perdagangan dan lokasinya yang bersebelahan dengan Gereja Katedral dapat menyimbolkan semangat persaudaraan dan toleransi.Setelah proses musyawarah, akhirnya penetapan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal ditetapkan di Taman Wilhelmina.

4. Proses Pembangunan

Pembangunan Masjid Istiqlal ditandai dengan peletakan tiang pancang oleh Presiden Soekarno pada tahun 1961. Kondisi ekonomi dan politik yang bergolak di Indonesia pada tahun 1965, membuat proyek Masjid Istiqlal sempat terhenti total. Setelah era kepemimpinan Presiden Soeharto, proyek Masjid Istiqlal mulai dilanjutkan kembali hingga diresmikan pada tanggal 22 Februari 1978 atau butuh waktu sekitar 17 tahun sejak peletakan tiang pancang pertama.

5. Masjid Terbesar se Asia Tenggara

Masjid Istiqlal sendiri menyandang predikat sebagai masjid terbesar se Asia Tenggara. Bangunan Masjid Istiqlal mampu menampung lebih dari dua ratus ribu jamaah.

6. Arti Nama Istiqlal

Masjid Istiqlal mulai direncanakan pembangunannya tidak lama setelah kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itulah, nama Istiqlal dipilih sebagai nama masjid nasional Indonesia yang berarti merdeka. Pemilihan nama ini juga merupakan sebuah bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia.

7. Pintu Gerbang Bernama Asmaul Husna

Masjid Istiqlal memiliki 7 pintu gerbang yang diberi nama berdasarkan Asmaul Husna. Ketujuh pintu gerbang tersebut yaitu : Al Fattah ( Gerbang Pembuka ) yang merupakan pintu utama yang berhadapan langsung dengan Gereka Katedral, kemudian Al Quddus ( Gerbang Kesucian ) yang berlokasi di sisi timur laut, lalu As Salam ( Gerbang Kedamaian ) yang merupakan pintu yang langsung menuju ke shaf utama, berikutnya Al Malik ( Gerbang Raja ) yang merupakan pintu VVIP yang langsung menuju shaf terdepan, selanjutnya ada Al Ghaffar ( Gerbang Ampunan ) yang berada tepat di bawah menara masjid, lalu ada Ar Rozzaq ( Gerbang Rezeki ) yang berada di tengah-tengah pintu selatan, dan terakhir Ar rahman ( Gerbang Pengasih ) yang terletak di sudut barat daya selasar masjid.

8. Dikunjungi Para Pemimpin Negara

Dengan menyandang status sebagai Masjid Nasional, Istiqlal telah dikunjungi oleh berbagai pemimpin negara yang berkunjung ke Jakarta. Beberapa nama yang tercatat telah mengunjungi Masjid Istiqlal antara lain : Bill Clinton, Barrack Obama, Pangeran Charles, Mahmoud Ahmadinejad, Muammar Gaddafi, dll.

9. Tidak Hanya Digunakan Sebagai Tempat Ibadah

Masjid Istiqlal tidak hanya difungsikan sebagai tempat beribadah saja. Saat ini sejumlah organisasi Islam berkantor di sejumlah ruangan yang terdapat di dalam bangunan Masjid. Masjid Istiqlal juga difungsikan sebagai objek wisata religi, pusat pendidikan dan pusat syiar Islam.

10. Simbol Harmonisasi Keagamaan

Keinginan Presiden Soekarno menjadikan Masjid Istiqlal sebagai simbol persaudaraan, persatuan dan toleransi antar umat beragama terjawab sudah. Dengan lahan parkir seluas 2 hektar, Masjid Istiqlal dapat menampung perkir kendaraan sebanyak 800 buah. Luasnya lahan parkir ini tentu saja dapat dimanfaatkan tidak saja oleh umat Islam yang akan beribadah, tapi umat Katholik juga diperkenankan untuk memarkirkan kendaraan mereka di dalam area Masjid Istiqlal jika ingin beribadah ke Gereja Katedral. Sangat harmonis bukan ?