#JakarteKite Kalijodo, Riwayatmu Kini

kalijodo dulu

Kalijodo adalah kawasan tempat prostitusi yang telah ada sejak zaman kolonialisme Belanda. Nama Kalijodo di Kelurahan Angke, Jakarta Barat, sudah ada sebelum tempat pelacuran muncul. Orang Jakarta sejak dulu menamakan suatu tempat berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi. Dulu, mungkin di kali ini seringkali para gadis dan pria berpacaran dan berakhir dengan perjodoan.

Cerita lain, dulu di kali ini tiap tahun diselenggarakan pesta Peh Coen Imlek atau tahun baru China. Pesta ini menarik para muda-muda yang ingin menyaksikan beragam keramaian seperti barongsai dan pesta ngibing diiringi gambang keromong. Banyak taipan yang menjadi sponsor. Namun Koran Tempo edisi Selasa, 5 Maret 2002 menulis cerita tentang Kalijodo. Sejak abad 18 Kalijodo terkenal sebagai ladang bisnis seks. Di sebelah Banjir Kanal Barat-Kali Angke itu jadi langganan para pria China mencari teman kencan atau membeli gundik.

Perempuan lokal dipoles dan dilatih lagu-lagu Mandarin untuk memikat para babah atau perantau dari China. Sejak itu praktis Kalijodo ikut memainkan peran penting terjadinya asimilasi pria-pria Tionghoa dan warga pribumi. Sampai era 1950-an, para mucikari masih terlihat bersama perempuan-perempuan yang ditawarkan di atas perahu-perahu di Kali Angke. Salah satu film lokal yang berhasil menangkap denyut Kalijodo adalah Ca Bau Kan yang naskahnya ditulis berdasarkan novel karya Remy Silado.

kalijodo sakrg

kalijodo

kalijodo1

 

Kalijodo yang terkenal sebagai tempat prostitusi dan perjudian, sekarang hanya tinggal sejarah. Karena Kalijodo sekarang sudah berganti rupa menjadi sebuah Ruang Terbuka Hijau dengan berbagai fasilitas untuk publik di dalamnya seperti Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Masyarakat bisa memanfaatkan RTH Kalijodo ini untuk bersantai, berkumpul, mengadakan acara, maupun menikmati arena olahraga seperti lapangan futsal, jogging track, lintasan sepeda, skate park, amphitheater, musholla, outdoor fitness dan ruang hijau. Sedangkan untuk RPTRA Kalijodo sendiri disediakan perpustakaan, ruang laktasi, toilet dan arena bermain anak.

Bayangkan, dari sebuah tempat yang dulu dianggap maksiat kini Kalijodo menjelma menjadi sebuah tempat yang ramah untuk dikunjungi oleh siapapun. Oleh karena itu, tugas kita untuk menjaga supaya Kalijodo tetap memiliki fungsinya seperti yang sekarang. Yuk kita jaga kebersihan dan keamanannya !