#JakarteKite Gabus Pucung

pucung

Jakarta yang merupakan kota di mana banyak etnis tinggal dan berdiam di dalamnya banyak sekali menyimpan ragam kekayaan kuliner. Baik itu kuliner asli masyarakat Betawi maupun kuliner adaptasi karena banyak beragam etnis yang telah cukup lama mendiami Jakarta. Salah satu kuliner khas masyarakat Betawi yang sayangnya semakin langka ditemukan adalah Gabus Pucung.

Gabus Pucung merupakan kuliner khas masyarakat Betawi yang merupakan sajian hantaran saat menjelang puasa atau lebaran. Biasanya hantaran dari anak kepada orang tua atau dari menantu kepada sang mertua. Gabus pucung sendiri berbahan dasar ikan gabus yang digoreng dan buah pucung atau kluwek. Makanan ini menjadi sebuah makanan khas masyarakat Betawi karena ikan gabus dulu sangat mudah ditemukan di Jakarta dan harganya murah. Pohon pucung sendiri juga banyak tumbuh di tanah Jakarta. Mau tahu cara membuat Gabus Pucung ?

Resep Gabus Pucung

Bahan dan bumbu :
2 ekor ikan gabus segar, bersihkan
1 buah jeruk nipis
1 batang serai, memarkan
1 lembar daun salam
5 buah pucung atau kluwek
1 liter air
minyak untuk menumis dan menggoreng

Haluskan :
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
3 buah cabai merah keriting
2 cm kunyit
2 cm lenkuas
2 butir kemiri
2 cm kencur
garam secukupnya
terasi secukupnya

Cara Membuat :
– Lumuri ikan gabus dengan garam dan air jeruk nipis.
– Panaskan minyak, lalu goreng ikan gabus hingga kering. Lalu angkat dan tiriskan.
– Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga wangi. Lalu tambahkan air, kluwek, serai, dan daun salam, kemudian aduk rata.
– Rebus hingga mendidih dan tambahkan garam secukupnya, aduk sebentar. Lalu angkat dan sajikan sebagai kuah siraman ikan gabus yang sudah digoreng.