Sang Musafir

sangmusafir

Bulan Ramadhan ini tentu akan lebih baik bila kita mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat dan menambah khasanah. Dalam kesempatan kali ini, Bang Jek akan sedikit mengulas buku sang Musafir yang merupakan karya dari Sadik Yalsizucanlar yang merupakan seorang penulis dari Turki. Novel Sang Musafir merupakan novel terjemahan karangan Sadik Yalsizuçanlar yang diterjemahkan ke beberapa bahasa. Salah satunya bahasa Indonesia. Inge Suhono, berhasil menerjemahkan dengan bahasa yang tidak mengurangi keindahan gaya bahasa sang pengarang.

Pada abad ke 13 M, sejarah merekam kehidupan dua manusia agung yang dilahirkan tanah sarat keajaiban, mitos dan misteri, Andalusia (kini Spanyol) yang mengagumkan. Keduanya tampil ke muka peradaban Islam sejak belia. Mereka adalah Ibn Rusyd dan Ibn ‘Arabi. ‘Sang Musafir’ dalam buku ini adalah Ibn ‘Arabi dan ‘Sang Filsuf’ adalah Ibn Rusyd. Dalam dunia mistik Islam, Ibn ‘Arabi atau Sang Musafir, lebih dikenal sebagai Syaikh Al-Akbar. Gelar agung dari nama lahir yang disandangnya, ‘Abū ‘Abdillāh Muḥammad ibn ‘Alī ibn Muḥammad ibn `Arabī. Ia lahir di Murcia, Seville, Andalusia, pada 17 Ramaḍhān 560 H atau 25 Juli 1165 M.

Selain kedua tokoh besar tersebut, ada juga Fatimah yang merupakan ibu angkat Sang Musafir yang sangat mulia. Kedekatannya dengan Tuhan tak perlu ditanya, karena tidak ada orang yang sanggup menggambarkannya. Meski umurnya telah menginjak kepala sembilan, kecantikan dan kelembutan wajahnya mengatakan bahwa usianya masih 20-an. Bahkan Ibn ‘Arabi pun merasa terpana jika melihat wajah ibunda asuhnya itu. Fatimah merasa anak asuhnya itu adalah calon orang besar. Bahkan di umurnya yang masih sangat muda, ia telah dimabuk cinta Yang Maha Kuasa. Sungguh manusia yang langka.

 Tertarik mau membaca Sang Musafir ? Langsung saja download aplikasi iJakarta sekarang juga dan kalian bisa meminjam buku ini secara gratis. Selamat membaca 🙂