5 Tradisi Unik Menyambut Idul Fitri

[BRANDING] SOSMED - Idul Fitri (2)

Tidak terasa, Hari Raya Idul Fitri semakin dekat di depan mata. Gelombang pemudik masih terus berdatangan untuk menuju kampung halaman untuk merayakan lebaran bersama handai taulan. Lebaran di kampung halaman memang selalu dirindukan oleh para pemudik karena setiap daerah memiliki tradisi khas mereka masing-masing dalam menyambut lebaran. Nah, hari ini Bang Jek akan mengulas beberapa tradisi lebaran di beberapa daerah yang seru banget. Simak yuuk..

idul1

Foto : Rappler

1. Tumbilotohe – Gorontalo

Tumbilotohe adalah sebuah perayaan yang menandakan berakhirnya bulan Ramadhan di Gorontalo. Perayaan ini biasanya dimulai 3 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri dan berakhir saat malam Takbiran tiba. Tumbilotohe sendiri berasal dari 2 suku kata, dimana tumbilo artinya memasang, sedangkan tohe artinya lampu. Sesuai dengan arti dari suku katanya, maka tumbilotohe artinya memasang lampu. Dalam perayaan ini, warga Gorontalo akan memasang lampu di berbagai tempat. Mulai dari area kampung hingga di tanah lapang. Sehingga suasana Gorontalo saat perayaan ini akan terang benderang. Belakangan ini perayaan Tumbilotohe juga dipusatkan di berbagai tanah lapang, dimana warga akan membuat formasi lampu-lampu dengan berbagai bentuk mulai dari kubah Masjid hingga tulisan-tulisan. Meriah banget kan ?

2. Makan Bagawa – Bangka Belitung

Makan Bagawa adalah tradisi makan bersama masyarakat Bangka Belitung. Makan Begawa biasanya dilakukan saat ada acara-acara besar seperti hajatan atau juga saat Hari Raya Idul Fitri. Makan Bagawa ini dilakukan dalam nampan dengan tudung berbentuk bulat. Sehingga tradisi Makan Bagawa ini sering juga disebut Makan Bedulang. Makan Bagawa atau Makan Bedulang ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada tata cara yang menyertainya. Dimana satu nampan biasanya untuk 4 orang dan laki-laki akan duduk bersama laki-laki serta perempuan juga duduk bersama perempuan. Dalam satu nampan berisi beberapa lauk-pauk. Tradisi makan dimulai dengan mencuci tangan terlebih dahulu. Lalu yang berumur paling tua dalam lingkaran tersebut memiliki keuntungan boleh mengambil makanan terlebih dahulu, sedangkan yang paling muda harus mengalah dan mendapat giliran paling belakang. Makan Bagawa ini memiliki banyak makna, diantaranya kebersamaan dan menghormati orang yang lebih tua.

idul3

Foto : Antara

3. Sanjo – Palembang

Tradisi unik juga dimilki masyarakat Sumatera Selatan. Tradisi ini bernama Sanjo. Sanjo sendiri lebih kurang artinya bertamu. Jadi pada saat Hari Raya Idul Fitri, selain mengunjungi rumah-rumah kerabat dekat, masyarakat Palembang juga akan datang bertamu ke rumah teman, sahabat, atasan kerja, rekan kerja dan sebagainya. Setiap rumah di Palembang biasanya akan menyiapkan hidangan untuk disantap para tamu yang bersanjo di rumahnya. Mengingat banyaknya rumah yang biasanya dikunjungi saat lebaran, tradisi sanjo akan terus berlangsung hingga H+7 lebaran. Dan biasanya tuan rumah juga akan menyediakan suguhan untuk tamu yang datang. Hidangan yang disajikan juga beragam, mulai dari hidangan khas Palembang seperti pempek, tekwan, laksan, celimpungan hingga hidangan ringan lainnya seperti bakso, siomay dan aneka kue-kue.

4. Tradisi Pukul Sapu – Maluku Tengah

Maluku Tengah punya tradisi lebaran yang bikin bulu kuduk bergidik. Nama tradisi ini adalah Pukul Sapu. Tradisi yang diciptakan tokoh Islam dari Maluku yang bernama Imam Tuni ini biasanya diadakan setiap tanggal 7 Syawal dan sudah diadakan sejak Abad XVII . udah lama banget yah sobat iJak. Dalam tradisi akan dibagi menjadi 2 kelompok yang masing-masing terdiri dari 20 orang. Untuk membedakan, setiap kelompok memakai celana dengan warna yang sama. Setiap kelompok akan saling menyerang satu dengan yang lain dengan menggunakan sapu lidi yang terbuat dari phon enau. Bagian yang boleh dipukul adalah dari bagian dada hingga perut. Hasil pukulan ini akan menimbulkan bekas luka dan darah. Tapi para peserta tetap melakukannya dengan senang. Setelah pertempuran usai, kedua belah kelompok akan saling mengobati luka dengan getah pohon jarak dan minyak tasala.

5. Festival Meriam Karbit – Pontianak

Tradisi unik menjelang Idul Fitri lainnya adalah Festival Meriam Karbit yang merupakan tradisi khas kota Pontianak. festival ini biasanya diadakan saat malam takbiran hingga setelah lebaran. Puluhan meriam karbit disiapkan untuk diledakkan sesaaat setelah Maghrib yang merupakan tanda berbuka puasa. Dentuman meriam akan terdengar hingga jarak 5 km. Tapi masyarakat Pontianak sangat bersuka cita dengan adanya festival ini. Sejarah dari meriam karbit ini dimulai dari oleh Sultan Syarif Abdurrahman yang meledakkan meriam untuk menentukan dimana ia akan membangun kota Pontianak. Ratusan meriam diledakkan selama festival berlangsung setiap tahunnya. Keren kan sobat iJak ?

Itulah 5 tradisi unik di beberapa daerah untuk menyambut datangnya hari kemenangan. Sebenarnya masih banyak perayaan unik lainnya di berbagai tempat untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Mungkin lain kali Bang jek akan ulas beberapa lainnya. Mungkin sobat iJak punya usulan tradisi unik untuk menyambut lebaran di kampung halaman sobat iJak ?